Catatan: Bentuk huruf mengikuti varian miring pada bagan Westenenk: goresan mendatar naik ke kanan sekitar 25–35°, sedangkan goresan tegak tetap tegak. Huruf ba dan ngsa hanya tercatat dalam bentuk tegak, jadi dibiarkan apa adanya. Tanda vokal juga mengikuti bagan: u = titik di bawah, -ang = gores kecil di atas, sedangkan i, -ah, dan tanda bunuh ditulis sesudah huruf. Vokal e dan o tidak tercatat pada sumber — di sini didekati memakai tanda i/u dan ditandai warna karat pada rincian di atas. Suku kata berawalan vokal memakai aksara (h)a sebagai pembawa bunyi.